arifa7x

Menjadi Pengawas Keuangan Negara adalah sebuah kehormatan dan kebanggaan. Pada pundaknya masyarakat mengharapkan adanya pencegahan atau pengungkapan atas penyimpangan dalam pengelolaan keuangan negara. Citra diri yang teliti, smart serta berwibawa melekat pada dirinya, hingga setiap kata terucap selalu dicermati dan ditunggu oleh banyak pihak.

Jika memutar kembali mesin waktu, memandang seorang auditor bagaikan memandang seorang satria yang gagah berani dengan mahkota dan pedang di tangan. Kehadirannya dapat menggetarkan hati dan memberi pancaran aura kehormatan dan kemuliaan yang memukau. Kehormatan seorang satria ditentukan oleh ketajaman pedang dan kebesaran mahkotanya. Makin tajam pedangnya, maka ia akan semakin disegani oleh kawan dan lawannya. Semakin indah dan besar mahkota yang dikenakan, maka semakin besar kemuliaan dan kehormatan yang melekat. Tak beda dengan seorang satria, kehormatan dan kemuliaan seorang pengawas atau auditor juga ditentukan oleh ketajaman pedang serta kebesaran mahkotanya. Bedanya, ketajaman pedang seorang auditor adalah pengetahuan dan skill yang dimilikinya, sedangkan mahkotanya adalah kejujuran…

View original post 283 more words

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s